Keutamaan 10 Hari Pertama bulan Dzulhijjah

Keutamaan 10 Hari Pertama bulan Dzulhijjah

Amalan 10 Hari Pertama Dibulan Dzulhijjah:

 

• HAJI & UMROH
“Umrah satu ke Umrah lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga” (HR. Bukhari & Muslim)

 

• PERBANYAK PUASA, TERUTAMA DI HARI ARAFAH
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa asyura, sembilan hari pertama Dzulhijjah, dan tiga hari tiap bulan.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Ahmad)

 

“Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya” (HR. Muslim)

 

• BERKURBAN BILA MAMPU DENGAN YANG TERBAIK
“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah, Al Hakim, dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

 

• TIDAK MEMOTONG KUKU & RAMBUT BAGI YANG BERKURBAN SAMPAI HEWAN KURBANNYA DISEMBELIH
“Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya” (HR. Muslim).

 

• SHALAT IED ADHA & MENDENGARKAN KHUTBAHNYA
“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkorbanlah (karena Rabb-mu” (QS. Al-Kautsar: 2)

 

• MEMPERBANYAK DOA, TAKBIR, & DZIKIR
“… dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…” (QS. Al-Hajj: 28)

 

• BERTAUBAT
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

 

• BANYAK BERAMAL SHALIH
“Tiada hari-hari yang amalan sholeh di dalamnya lebih dicintai oleh Alloh daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah?” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab: “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang berangkat dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikit pun “ (HR. Bukhori, Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad)

Related posts: